Thursday, September 17, 2009

Percaya atau enggak mitos itu masih kadang-kadang dipercaya sama orang . Buktinya masih ada temen-temen kampus gue yang percaya kalo mitos Danau Situpatenggang itu ada... Hahaa. Balik lagi ke percaya gak percaya... Yoi gak tuh yang penting pas ke sana
dibawa fun aja. Biarpun ada yang bilang alai.. Hahaha

Mitosnya: Kalau bawa pacar kesana terus ngukir tulisan nama kalian di batu cinta. Katanya sih bakalan awet.. Haha.. Emang sih gue masih jadian sama cowo gue. 4th 3 bln ukuran yang lama buat pacaran, tapi bukan seratus persen karena gue nulis nama kita disana...

Bagus kok tempatnya, cocoklah untuk melepaskan penat sesaat terus balik lagi ke kebisingan kota.. Hahaha..Ini fotonya gak asli dari gue..Tapi keren banget


Gak terlalu bagus justru yang hasil jepretan gue.. Bukan sih. Pacar! Eh temennya pacar..Hahahha

Masih banyak sih yang mau diceritain. Tapi sumpah kehabisan ide. Pokonya ini tempat kudu jadi kunjungan. Kalo lagi lewat Bandung selatan, nah jangan sampe kelewatan ni tempat!
See you..=)

Saturday, September 5, 2009

Being in under pressure

Gak banyak yang bisa dibagi, yang jelas belakangan ini baru merasakan kalau pernah ada dibawah tekanan dan tidak menyadarinya saat benar benar ada di bawah tekanan itu. Bagus bukan? Jadi kita sadar setelah mengadakan pembicaraan dengan orang lain...

Baru sadar kalau mungkin sekarang pun masih berada dalam situasi dibawah tekanan tersebut, tapi coba untuk gak terlalu dipikirin. Sebesar apapun masalahnya, sehebat apapun masalahnya, ternyata yang jauh lebih hebat atau besar itu justru cara kita menyikapi masalah tersebut. Gak harus terpaku, terfokus, atau apapun bahasa lainnya yang maksa kita harus serius dalam menghadapinya, tapi dengan lebih santai dan tenang, masalah itu nantinya tidak disadari sedang kita hadapi. .

Contoh kasus :

Baru baru ini kampus gue lagi ada dalam masalah. Masalah besar menurut sebagian anak dikampus ini, Perubahan kurikulum yang sebagian mahasiswa menilai kalau ini justru akan membawa masalah besar nantinya(penurunan akreditas, susah lulus, atau pencabutan nama universitas dan dirubah menjadi sekolah tinggi) Emang sekilas kelihatannya besar, dan seakan benar benar maksa otak buat ikut bantu kampus secara real. (demo ke dekan, mogok registrasi, atau ikut2an ngambek dengan males2an kuliah)

Justru menurut gue mereka mereka lah yang jadi inti masalah, kenapa harus ngabisin waktu dengan sibuk mikirin perkara-perkara besar kalau toh dalam perkara kecil aja kita belum tentu berhasil meghadapinya. Mereka yang mati-matian bersuara kalau kurikulum yang dirubah pihak kampus itu salah, justru membuang kesempatan yang paling emas kalau kita dikasih kesempatan untuk membuktikan sejauh mana kemampuan kita bertahan bahkan disituasi yang denting sekalipun.

Sampai-sampai kita lupa kalau kewajiban kita yang sebenarnya adalah belajar dengan baik. Hanya itu. dengan itu justru kita bisa membantu kampus yang jauh lebih mudah untuk kita lakukan. Gak susah bukan? Jadi untuk apa buang buang tenaga untuk mikirin hal hal yang pasti udah ada yang bertanggung jawab untuk itu semua.

Kalau pun kurikulum ini dirubah oleh pimpinan, pasti ini yang terbaik. Yakinin aja. Mereka dipilih jadi pemimpin bukan karena ketidaksengajaan atau satu dan lain hal agar mereka bisa ada diposisi itu, tapi justru karena kepercayaan yang diberikan sekitar untuk dia jadi pemimpin. Negara ini demokrasi bukan? Begitu juga dengan kampus. Jadi pemimpin melakukan keputusan ini pasti yang terbaik. Kalaupun hasilnya bukan, paling tidak dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik untuk anggotanya. Dan patut kita hargai itu, kita kan mau dihargai, jadi hargai orang dulu apalagi mereka yang lebih tua. Bukan hanya sekedar dihargai, tapi dihormati.

Intinya sih, gak usah mengharapkan sekitar kita berubah walaupun logika apapun yang membuktikan kalau emang kesalahan ada pada orang lain tapi alangkah lebih baik kalau kita lebih memikirkan bagaimana cara kita menyikapi kesalahn tersebut yaitu dengan merubah diri kita sendiri dulu..

Satu juga yang sering kali kita lupain, masa depan udah ada yang mengatur, sekeras apapun kita berusaha, Tuhan tau mana yang terbaik buat kita. Tuhan tau apa yang kita butuhkan. Jadi dimanapun kita berada, dikampus paling buruk, dicap jadi mahasiswa paling bodoh, anak paling durhaka, atau teman paling jahat sekalipun kalau Tuhan tidak mengijinkan kita seperti itu maka terjadilah sesuai dengan rencana-Nya. Asal kita percaya kalau kita tidak sama dengan dunia ini. Imago dei (serupa dengan gambaran Allah).

Do our best!

;;